PlayStation 5 ( PS5 ) adalah konsol buatan Sony Interactive Entertainment . PS5 pertama kali dirilis pada 12 November 2020, di Australia, Jepang, Selandia Baru, Amerika Utara, Singapura, dan Korea Selatan, dan kemudian rilis di seluruh dunia pada seminggu kemudian. PS5, bersama dengan konsol Microsoft yakni Xbox Series X dan Series S, dirilis pertama kali pada bulan yang sama, dan mereka adalah bagian dari konsol video game generasi kesembilan .

PlayStation 5 secara umum dinilai dengan baik dari para pemain saat dirilis, dengan banyak pujian atas peningkatan umpan balik haptic dan pemicu adaptif dari pengontrol DualSense-nya. Fitur antarmuka cukup dipuji karena cepat dan mudah diarahkan.

Banyak kritikus menemukan desain konsol terpolarisasi. CNET menggambarkan skema warna hitam dan putih sebagai “pahatan” yang cukup elegan. Ukurannya yang besar dikritik oleh Tom’s Guide sebagai “tidak elegan” dan oleh beberapa kritikus lain sebagai hal yang membuat kurang nyaman integrasinya untuk pusat hiburan di rumah. Namun, banyak yang mengakui ukuran yang agak besar ditujukan untuk meningkatkan pendinginan dan peredaman operasinya.

Selama minggu pertama rilis di Jepang, 103.901 konsol standar terjual, dan 14.181 Edisi Digital terjual. Total gabungan 118.082 PS5 terjual di Jepang selama minggu peluncurannya dan menjadikan konsol tersebut terlaris di negara itu untuk minggu penjualan tersebut. Di Inggris, PlayStation 5 merupakan konsol video game terlaris yang terjual di bulan November. Di Spanyol, PS5 terjual lebih dari 43.000 unit di minggu pertama rilis.

Sony melaporkan total pengiriman PS5 hingga kuartal yang berakhir pada 31 Desember 2020 sebanyak 4,5 juta unit, yang merupakan angka serupa dengan penjualan dari peluncuran PS4. Total penjualan PlayStation 5 mencapai 7,8 juta pada 31 Maret 2021, melebihi dari 7,6 juta unit yang menjadi angka penjualan PlayStation 4 dalam dua kuartal pertama peluncurannya.

Penjualan PS5 secara total melebihi Xbox Series X dan S lebih dari dua kali lipat pada kuartal pertama 2021, menurut riset pasar baru dari kelompok analis independen.

Analisis Ampere menempatkan data penjualan globalnya untuk dua konsol generasi baru, serta Nintendo Switch, untuk melengkapi dalam laporan terbaru. Menurut angka Ampere, Sony total menjual 2,83 juta konsol PS5 kepada konsumen dari Januari hingga Maret tahun ini, sementara Microsoft menjual 1,31 juta konsol Xbox Series X dan S. Penjualan untuk waktu perilisan kedua akan cenderung lebih tinggi jika tidak untuk kendala pasokan seperti kekurangan semikonduktor global membuat lebih sulit untuk menemukan pasar PS5 dan pasar Xbox Seri X.

“Dalam kondisi ini, kedua versi PlayStation 5 yang digabungkan terjual lebih banyak dari kedua versi konsol Xbox Series dengan lebih dari 2 banding 1,” tulis analis Piers Harding-Rolls. “Sony akan senang bahwa circle pasar PS4-nya terus berlanjut hingga generasi baru, tetapi sangat sulit untuk mengimbangi permintaan para konsumen dengan kondisi pasar saat ini.”

Namun penjualan PlayStation mesti tunduk pada angka yang diraij Nintendo, penjualan konsol Switch yang dilaporkan menyentuh angka sebesar 5,86 juta selama kuartal pertama 2021 lebih banyak daripada PlayStation dan Xbox generasi baru sekalipun jika totalnya digabungkan. Seperti yang ditunjukkan oleh Harding-Rolls, Switch sedang berada di puncak siklus penjualannya sementara konsol yang lebih baru masih memiliki waktu bertahun-tahun untuk mencapai titik itu.…


Continue Reading

PC telah lama menjadi andalan para gamers perihal teknologi yang meanawarkan tampilan serta kualitas yang canggih, namun kini ada Smart TV yang serius untuk menjadi kompetitor PC.

Modern ini, produsen TV menjadi sama seriusnya dengan kualitas dan teknologi yang mereka tawarkan. Banyak pabrikan mulai menawarkan model TV berkemampuan HDMI 2.1 dengan fitur dan harga yang menjadikan TV sebagai alternatif cukup menarik untuk menyaingi monitor komputer.

“Gagasan untuk dapat menggunakan TV dengan memainkan fitur game daripada hanya terbatas pada monitor adalah berita bagus,” kata Duta Gaming HDMI Tyler Maclachlan, yang juga dikenal sebagai Bustin di aplikasi Twitch. “Itu berarti lebih banyak pilihan dan lebih banyak fleksibilitas di mana kita bisa bermain.”

Apa Saja Fitur HDMI 2.1 TV Gaming?

Yang membuat TV HDMI 2.1 saat ini cukup ideal untuk bermain game dimulai dengan resolusi dan kecepatan refresh. Dengan dukungan untuk resolusi 4K pada 120Hz, set ini tidak hanya menawarkan resolusi ruang yang lebih besar dengan empat kali jumlah piksel yang di kategorikan sebagai full HD, tetapi juga dua kali refresh rate dari TV 4K 60Hz yang cukup populer. Pada 120Hz, game yang bergerak cepat tampak terlihat lebih tajam. Untuk gamer yang tidak terlalu mementingkan kecepatan refresh dan lebih menginginkan resolusi tinggi yang imersif, rangkaian ini juga mesti mendukung 8K 60Hz.

Tapi masih banyak lagi beberapa model TV berkemampuan HDMI 2.1 dilengkapi dengan fitur internal yang dirancang khusus untuk gamer hardcore, seperti Variable Refresh Rate (VRR), Auto Low Latency Mode (ALLM) dan Quick Frame Transport (QFT).

VRR membuat gameplay lebih lancar. Game merancang frame untuk lebih cepat, dan waktu yang diperlukan untuk mengimbanginya bergantung pada sejumlah variabel, seperti tingkat kesulitan frame, resolusi layar, dan kecepatan GPU. VRR menghilangkan kemungkinan jeda gambar, getaran, dan transisi frame dengan menunggu untuk menampilkan frame berikutnya sampai semuanya dirender sepenuhnya.

ALLM, juga dikenal sebagai TV mode game, mengirimkan sinyal dari konsol game atau PC game ke TV yang secara otomatis menempatkan televisi ke mode latensi rendah dan lag rendah. Saat TV tidak lagi menerima sinyal ALLM, seperti saat menonton film, ALLM akan menonaktifkan ALLM untuk memastikan pemain mengalami sensasi menikmati hiburan secara optimal.

TV berkemampuan HDMI 2.1 juga menawarkan QFT, yang mengurangi bug dan menghilangkan kelambatan dalam bermain game serta menghadirkan realitas virtual interaktif dengan dukungan real time.

TV ini bahkan memberi para gamer yang terbiasa memakai headphone untuk mencoba kembali kualitas baru untuk audio game mereka. Dengan dukungan dari Enhanced Audio Return Channel (eARC), TV berkemampuan HDMI 2.1 dapat mendukung pengalaman audio imersif berkecepatan tinggi, seperti Dolby Atmos dan DTS: X.

Dolby Atmos adalah teknologi suara yang dikembangkan oleh Dolby Laboratories . Ini memperluas cakupan sistem suara yang ada dengan menambahkan saluran ketinggian, memungkinkan suara diinterpretasikan sebagai objek tiga dimensi. Perilisan Atmos sendiri sudah mencapai pasar bioskop, berbagai teknologi konsumen telah dirilis dibarengi merek Atmos, dengan menggunakan speaker di langit-langit dan up-firing.

Ditambah, ada tampilan dari Dolby Atmos yang terus berkembang, seperti pada acara TV dan layanan streaming yang tersedia. Untuk gamer yang ingin melepaskan headphone atau mereka pro player yang bermain di depan penonton, eARC adalah jalan menuju pengalaman audio imersif yang tak tertandingi.…


Continue Reading

Model bisnis awal Netflix termasuk penjualan dan penyewaan DVD melalui email, tetapi sang pendiri, Hastings meninggalkan sistem penjualan tersebut sekitar setahun kemudian. Netflix mengembangkan bisnisnya pada tahun 2007 dengan memperkenalkan media streaming sambil tetap mempertahankan bisnis penyewaan DVD dan Blu-ray. Perusahaan ini berkembang secara internasional pada tahun 2010 dengan streaming tersedia di Kanada, diikuti oleh Amerika Latin dan Karibia. Netflix memasuki industri produksi konten pada tahun 2013, meluncurkan seri pertamanya House of Cards .

Sejak 2012, Netflix telah lebih berperan sebagai produser dan distributor untuk film dan serial televisi, dan untuk itu, menawarkan berbagai konten ” Netflix Original ” melalui daftar konten yang bisa diakses secara online. Pada Januari 2016, layanan Netflix beroperasi di lebih dari 190 negara. Netflix merilis sekitar 126 serial dan film asli pada tahun 2016, lebih banyak daripada jaringan serupa lainnya.

Namun baru – baru ini dikabarkan bahwa Netflix mulai merambah ke dunia game, dan pihak Netflix menanggapi laporan tersebut bahwa benar mereka ingin berkembang di pasaran games. Raksasa streaming itu mengatakan sangat bersemangat untuk berbuat lebih banyak dengan hiburan yang lebih interaktif.

Klaim tersebut berasal dari laporan laman berita The Information , yang mengklaim mengetahui rencana Netflix yang sedang berlangsung untuk merekrut seorang eksekutif untuk merealisasikan ekspansi baru ke dalam video game. Laporan The information juga mengklaim bahwa selama beberapa minggu terakhir, Netflix telah mendekati beberapa eksekutif industri game senior untuk mengarahkan langkah yang benar dari perusahaan ke ranah video game.

Seorang juru bicara Netflix telah berbicara melalui GamesRadar+ dan mengatakan: “Pengguna kami menerima dengan baik variasi dan kualitas konten kami. Itulah sebabnya kami terus memperluas penawaran kami, dari serial, dokumenter, film, bahasa asli lokal, dan reality TV. Pengguna juga menikmati metode untuk terlibat lebih langsung dengan cerita yang mereka sukai – melalui acara interaktif seperti Bandersnatch dan You v. Wild, atau seperti Stranger Things, La Casa de Papel, dan To All the Boys. Jadi kami bersemangat untuk melakukan lebih banyak hal dengan hiburan interaktif”.

Pengguna mungkin ingat bahwa Netflix sebelumnya membuat semacam “game” yang didasarkan pada acara hits Stranger Things. Menurut laporan baru ini, Netflix sedang berusaha untuk meningkatkan investasi untuk lebih banyak usaha seperti ini, dan dilaporkan bahkan mempertimbangkan bundling paket berlangganan untuk game buatan Netflix, tidak seperti penawaran berbasis langganan Apple Arcade saat ini.

Netflix sebenarnya telah terjun ke lahan video game baru-baru ini. Pada tahun 2018, Black Mirror: Bandersnatch dirilis melalui platform streaming, sebuah film interaktif di mana penonton dapat memilih berbagai pilihan di berbagai titik, untuk menentukan bagaimana peristiwa dan adegan selanjutnya akan terungkap. Bahkan akhir film bisa berubah drastis tergantung pada pilihan penonton.

Seperti yang ditunjukkan oleh analis industri game Daniel Ahmad di Twitter , game membutuhkan ruang yang sangat besar dalam industri hiburan. Lebih dari dua tahun yang lalu di awal 2019, Netflix bahkan secara terang – terangan menyatakan bahwa mereka melihat banyaknya peminat game dengan genre battle royale dari Epic Games, Fortnite sebagai pesaing terbesar mereka , bukan layanan streaming lain seperti HBO Max. Laporan baru ini dengan jelas menggambarkan Netflix mencoba memanfaatkan ruang yang didominasi oleh beberapa pesaing terbesar mereka.…


Continue Reading
Author avatar